Utilization of Local Plant Moringa Seeds (Moringa Oleifera) as a Biocoagulan in Water Purification Process in Maurisu Village, North Timor District

Utilization Of Local Plant Moringa Seeds (Moringa Oleifera) As A Biocoagulan In Water Purification Process In Maurisu Village, North Timor District

  • Maria Imaculata Mali Faculty of Agriculture, Timor University
  • Maria Magdalena Kolo Universitas Timor
  • Marselina Theresia Djue Tea Faculty of Agriculture, Timor University
Keywords: Moringa Seeds, biocoagulant, Water Purification, Coagulant Ability, Optimum Concentration

Abstract

This study aims to determine the activity and ability of Moringa oleifera seeds as biocoagulants in reduncing the levels of each water parameters in the drinking water purification process and to determine the optimum concentration od effective biocoagulants to reduce each water parameters in drinking water purification. This research was conducted in the Laboratory of F aperta University Timor Kefamenanu, then further analyzed at the UPTD Health Laboratory of North Central Timor and UPTD Environment Services of Kupang. This study uses coagulation and flocculation methods with 1 treatment and 3 variations in concentration, namely 25 mg/L, 50 mg/L and 100 mg/L. The research material used was Moringa oleifera seed powder and the sample used was water from river springs. Tested parameters, physical parameters include turbidity, pH, temperature, total dissolved solids, total suspended solids. Chemical parameters include hardness, nitrate, nitrite, chlorine and parameters include E.coli and Coliform. The result showed that there was a decrease in each water parameters when Moringa oleifera seed powder was added to the watter sample. The highest percentage value of each water parameter is a decrease of turbidity 70,70%, pH 5,19%, temperatur 3,75%, hardness 37,50%, total dissolved solids 88,40%, total suspended solids 88,40%, chlorine 28%, nitrate 87,27%, nitrite 95%, E.coli 97,99% and Coliform 76,92%. Based on the results and discussion of this study, it can be concluded that biokoagulants of Moringa oleifera seed powder effective in reducing levels of parameters contained in water, both physical parameters, chemical parameter and biological parameters

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abja R., A.H, Mukaromah dan F.A. Wardoyo. 2020. Penurunan Kadar Nitrit dalam Air Menggunakan Arang Aktif Biji Kelor. Eksergi, Vol 17, No 1 2020. ISSN : 1410-394X.

Afrianita R., T. Edwin dan A. Alawiyah. 2017. Analisis Intrusi Air Laut dengan Pengukuran Total Dissolved Solids (TDS) Air Sumur Gali di Kecamatan Padang Utara: 11. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND 14(1): 62-72.

Ansori A. K. 2009. Penentuan Kekeruhan pada Air di Reservoir di PDAM. Medan: Instalasi Pengolahan Air.

Bertus P. Y. M., Suherman., dan S.M. Sabang. 2014. Karakterisasi FTIR Poliblend Adsorben Serbuk Biji Buah Kelor (Moringa oleifera) dan Cangkang Ayam Ras untuk Pengolahan Air Gambut di Daerah Palu Barat. Jurnal Kimia, Universitas Tadulako Palu. 3(1): 21-29.

Coniwanti P., I. D. Mertha, dan D.Eprianie. 2013. Pengaruh Beberapa Jenis Koagulan Terhadap Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu dalam Tinjauannya Terhadap Turbidity, TSS dan COD. Jurnal Teknik Kimia Vol 19(3): 9.

Dulanlebit H. Y., Sunarti., Y. T. Male. 2020. Efektivias Biji Kelor (Moringa oleifera Lamk) pada Pengolahan Air Sumur dan Penentuan Waktu Optimum Adsorpsi Biji Kelor terhadap Fe dan Mg dalam Air. MJoCE/Vol 10 N0 1/ Januari 2020/Hal.43-52. ISSN: 2087-9024

Fauzi L. 2010. Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar Asam Urat Darah. Skripsi, Medan : Fk-UISU Medan 2010.

Gea B.O., I.K.Suada dan I.M.Merdana. 2019. Penggunaan Serbuk Biji Kelor untuk Penanganan Limbah Peternakan Sapi Ditinjau dari Total Coliform dan Total Suspended Solid. Indonesia Medicus Veterinus. pISSN : 2301-7848; eISSN : 2477-6637.

Hak A., Y. Kurniasih dan H. Hatimah. 2018. Efektivitas Penggunaan Serbuk Biji Kelor (Moringa oleigfera) sebagai Koagulan untuk Menurunkan TDS dan TSS dalam LImbah Laundry. Jurnal Kependidikan Kimia. Vol 6 No. 2. pISSN: 2338-6487

Hamzani, Raharja, As. 2018. Pengolahan Air Gambut Menggunakan Sistem Kontinyu dan Batch (Study in Sawahan Village, Barito Kuala). Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah.

Ijong F. G. dan H. A. Dien. 2011. Karakteristik Bakteri Pereduksi Merkuri (Escheria coli) Diisolasi dari Perairan Pantai Teluk Manado. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. Vol VII-3.

Irwansyah M dan Hamzah A. 2021. Pendampingan Mahasiswa dalam Memahami Sistem Penyediaan Air Bersih/Minum di PDAM Tirta Silau Piasa Kabupaten Asahan. Program Studi Teknik Sipil, Universitas Asahan. Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Kolo, M. Magdalena. 2019. Penentuan Status Mutu dan Beban Pencemaran Air Kali Dendeng Kota Kupang. Jurnal Saintek Lahan Kering 2 (1) 13-16

Larasati 2020 Efektivitas Biji Kelor sebagai Koagulan dalam Proses Koagulasi/Flokulasi pada Air Permukaan. Skripsi: Universitas Sumatera Utara.

Leones M. M, K. R. Donado., I. M. Martinez., R. O. Verbel., M. J. Eraso. 2018. Evaluation of the Coagulant Power of Aluminum Sulfate and Moringa Oleifera Seeds in the Clarification Process of Water in the Swamp of Malambo, Atlantico. Journal of Revista UIS Ingenierias.

Manurung Manuntun. 2011. Potensi Khitin/Khitosan dari Kulit Udang sebagai Biokoagulan Penjernih Air. Jurnal Kimia: 7.

Muhammad, Abdulsalam, Abdulkarim, Bello 2015. Water Melon Seed as a Potential Coagulant for Water Treatment. Global Journal of Research in Engineering 2015.

Mustofa A. 2018. Pengaruh Total Padatan Tersuspensi Terhadap Biodiversitas Makrozoobentos di Pantai Telukawur Kabupaten Jepara. Jurnal DISPROTEK. Volume 9.Nomor 1. ISSN: 2088-6500. e-ISSN: 2548-4168.

Nugroho B. A., S. S. Miswadi dan N. B. Santosa. 2014. Penggunaan Serbuk Biji Kelor untuk Menurunkan Kadar Pb, Kekeruhan dan Intensitas Warna. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang. Indonesian Journal of Chemical Science.

Nugroho W. dan S. Purwoto. 2013. Removal Klorida, TDS dan Besi pada Air Payau melalui Penukaran Ion dan Filtrasi Campuran Zeolit Aktif dengan Karbon Aktif. Jurnal Waktu. Volume 11 Nomor 01. ISSN-1412-1867.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010. Persyaratan Kualitas Air Minum.

Prasetyaningtyas F. U., B. Rumhayati dan M. Masruri 2013 Application of Moringa Oleifera Seed Powder for Coagulating of Iron(III) on Local Water Resources. Journal Pure App Chem Res, 2(3), 37-47.

Putra R., B. Lebu., D. Munthe dan A. M. Rambe. 2013. Pemanfaatan Biji Kelor sebagai Koagulan pada Proses Koagulasi Limbah Cair Industri Tahu dengan Menggunakan Jar Test. Jurnal Teknik Kimia USU 2(2): 28–31.

Ramadhani S., A. T. Sutanhaji dan B. R. Widiatmono. 2013. Perbandingan Efektivitas Tepung Biji Kelor (Moringa oleifera Lamk), Poly Aluminium Chloride (PAC), dan Tawas sebagai Koagulan untuk Air Jernih. Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

Ristiana N., D. Astuti dan T. P. Kurniawan. 2009. Keefektifan Ketebalan Kombinasi Zeolit dengan Arang Aktif dalam Menurunkan Kadar Kesadahan Air Sumur di Karang Tengah Weru Kabupaten Sukoharjo. Jurnal. Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sada J. T dan R. H. Tanjung. 2010. Keragaman Tumbuhan Obat Tradisional di Kampung Nansfori Distrik Supiori Utar, Kabupaten Supiori. Jurnal Biologi Papua.

Said I., A. Akbar dan A. W. M. Diah. 2015. Efektivitas Biji Kelor ( Moringa Oleifera Lamk) sebagai Koagulan Besi (Fe) dan Kalsium (Ca). Jurnal Akademika Kimia 4(2): 7.

Saputra K. I., I. K. Suada., I. M. Merdana. 2020. Pemberian Serbuk Biji Kelor pada Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam Tradisional Mampu Menurunkan Jumlah Escherichia coli. Indonesia Medicus Veterinus 2020. pISSN: 2301-7488; eISSN: 2477-6637.

Sari R. K., L. Tina dan A. F. Fachlevy. 2017. Efektivitas Biji Kelor (Moringa oleifera) terhadap Bakteri Escherichia coli dalam Upaya Pencegahan Penyakit Diare. JIMKESMAS. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. VOL.2/N0.6/Mei 2017; ISSN 2503-731X.

Shaleh F. R., F. Mas'ud dan T. A. Permana. 2018. Kajian Kualitas Air Sumur sebagai Sumber Air Bersih di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Jurnal Grouper, Fakultas Perikanan, Universitas Islam Lamongan. Vol 9(2): 1-11. ISSN 2086-8480.

Sitorus M., M. S. Joni dan N. Katharina. 2008. Prevent Malnutrition with Moringa

Sutrisno T. 2006. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Wibawarto D. K., S. Syafrudin dan W. D. Nugraha. 2017. Study Penurunan Turbidity, TSS, COD Menggunakan Biji Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Nanobiokoagulan Dalam Pengolahan Air Limbah Domestik (Grey Water). Jurnal kimia. Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Published
2023-01-07
How to Cite
Mali, M., Kolo, M., & Djue Tea, M. (2023). Utilization of Local Plant Moringa Seeds (Moringa Oleifera) as a Biocoagulan in Water Purification Process in Maurisu Village, North Timor District. Jurnal Saintek Lahan Kering, 5(2), 30-33. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/slk.v5i2.1988
Section
Original research article