Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas dan pH Semen Babi Landrace yang di Encerkan Menggunakan Bahan Pengencer Sitrat Kuning Telur

  • Wolfhardus Feka Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Abstract

Masalah pengenceran semen segar yaitu adanya pengaruh lama penyimpanan. Kelemahan ini dapat diatasi dengan perlakuan waktu pada semen segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen babi Landrace pada pengencer sitrat kuning telur yang disimpan selama 24 jam. Semen yang digunakan berupa semen segar dari pejantan babi Landrace berusia 1 tahun 8 bulan. Semen dikoleksi dengan metode manual menggunakan induk buatan. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari sampai Maret 2016 menggunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (R1= 60 menit, R2 = 120 menit, R3 = 180 menit, R4 = 240 menit) dan empat ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Penelitian ini diawali dengan melakukan penampungan semen segar babi Landrace bertempat di Tunbakun, selanjutnya semen segar langsung dievaluasi makroskopis dan mikroskopis di Laboraturium Faperta Universitas Timor. Kemudian dilakukan perlakuan pengenceran terhadap semen segar dengan lama waktu 60 menit, 120 menit, 180 menit, 240 menit, setelah itu diamati viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pengencer sitrat kuning telur dalam semen babi Landrace berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap viabilitas semen babi Landrace dengan persentase R1 60 menit 88.38%, R2 120 menit 52.63%, R3 180 menit 43.38%, dan R4 240 menit 24.00%. Penambahan pengencer sitrat kuning telur memberikan daya hidup terbaik dengan lama waktu penyimpanan selama 180 menit. Sedangkan untuk derajat keasaman (pH) tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.05) dimana nilai rataan pHnya R1 60 menit 5.5, R2 120 menit 5.25, R3 180 menit 5.25 dan R4 20 menit 5.0.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ax, R.L., M.Dally, B.A. Didion, R.W. Lenz, C.C.Love, D.D. Varner, B Hafez and M.E.Bellin. 2000a. Semen Evaluation. In: Hafez ESE, Hafez B, editor. Reproduction in farm Animals.7thEd. USA: Williams & Wilkins.

Djanuar. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada Sapi. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Feradis. 2010. Bioteknologi Reproduksi Pada Ternak. Bandung. Alfabeta.

Gadea, J. 2003. Semen extenders used in the artificial insemination of swine. Spanish Journal of Agricultural Research 1 (2): 17-27.

Garner, D.L. and E.S.S. Hafez. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma. In: Hafez ESE, and B. Hafez, editor. Reproduction in farm Animals.7th Ed. USA: Williams dan Wilkins.

Johnson, L.A., K.F. Weitze, P. Fiser and W.M.C.Maxwell. 2000. Storage of boar semen. J Anim Sci 62: 143-172.

Sumardani, N.L.G. 2007. Viabilitas dan fertilitas spermatozoa dalam modifikasi bts dan zorlesco dengan penyimpanan berbeda dalam rangkaian inseminasi buatan pada babi. Tesis.Program Studi Biologi Reproduksi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Robert, V.K. 2006. Semen processing.Extending & Storage for Artificial Insemination in Swine.Dept. of Animal Science University of Illinois.

Steel, R. G. D. & J. H. Torrie.1993. Principles and Procedures of Statistics. 2th Ed. International Student Edition, London.

Toelihere, M.R. 1985. Inseminasi Buatan pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.
Published
2018-01-31
How to Cite
Feka, W. (2018). Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas dan pH Semen Babi Landrace yang di Encerkan Menggunakan Bahan Pengencer Sitrat Kuning Telur. JAS, 3(1), 14-15. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/ja.v3i1.543