Performance of yield and agronomic components for hybrid rice in Bantul, Yogyakarta

  • Bambang Sutaryo Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta
  • Cicilia Tri Kusumastuti PGRI Yogyakarta University, Indonesia.
Keywords: Hipa, Ciherang, IR64

Abstract

Research of Performance of yield and agronomic components for hybrid rice in Bantul, Yogyakarta. for five hybrid rice varieties namely Hipa 8, Hipa 9, Hipa Jatim 2, Hipa 18 and Hipa 19 was conducted at Sonopakis, Bantul, Yogyakarta during the dry season (DS) of 2015. Seedling of 15 days with one seedling per hill was planted using Jajar Legowo 4:1 system, with a plant spacing of 25 x 12,5 x 50 cm. Plot size per variety was 2000 m2. Ciherang and IR64 as a popular variety planted using the same population by farmers were used as checks. Data were analyzed using t-test. Hipa 8 and Hipa 19 gave the highest yield (7.9 and 7.5 t/ha, respectively) compared with check varieties and the other varieties tested. The highest yield on Hipa 8 and Hipa 19 were contributed by the highest of the main components, namely the number of filled grains, total grain number, and the panicle number. All varieties showed early to moderate maturity, except Hipa 9 and Hipa Jatim 2 of 120 and 123 days, respectively.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim. 2014. Peningkatan produksi padi nasional. Online (Diakses 26 September 2014).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2007. Petunjuk teknis lapang. Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi sawah irigasi. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2013. Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi Inbrida padi irigasi (Inpari), inbrida padi gogo (Inpago), Inbrida padi rawa (Inpara), dan hibrida padi (Hipa).

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. 2011. Laporan Akhir Pendampingan Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Display Padi Varietas Unggul Baru (VUB). BBP2TP-Badan Litbang Pertanian. Kementerian Pertanian.

Darsana, P. 2002. Agribisnis padi hibrida dan penyediaan benihnya. Seminar Padi Hibrida: Padi hibrida suatu peluang untuk meningkatkan ketahanan pangan dan agribisnis. Kerjasama Fakultas Pertanian UGM dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta. 2012. Road Map Swasembada Berkelanjutan 2010-2014. Yogyakarta: Dinas Pertanian DIY.

Gomez, K.A., dan A.A. Gomez. 1995. Prosedur statistik untuk penelitian pertanian. Edisi Kedua. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Hasanuddin, A. 2004. Pengelolaan tanaman padi terpadu; suatu strategi pendekatan teknologi spesifik lokasi. Makalah disampaikan pada Pelatihan Pengembangan Varietas Unggul Tipe Baru (VUTB) Fatmawati dan VUB Lainnya 31 Maret-3April 2004, di Balitpa, Sukamandi.

Hermanto. 2007. PTT andalan peningkatan produksi padi nasional. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia. 26 (2): 14-15.

IRRI. 1996. Standard evaluation systemfor rice (3rd ed.). IRRI. Los Banos Philippines.

Pikukuh, B., S. Roesmarkam, dan S.Z. Saadah. 2008. Pengenalan varietas unggul baru di Jawa Timur untuk Mendukung Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Prosiding Seminar Apresiasi Hasil Penelitian Padi Menunjang P2BN. Buku 1. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008.

Rustiati, T., dan S. Abdulrachman. 2011. Komparatif beberapa metode penetapan kebutuhan pupuk pada tanaman padi. Prosiding Seminar Ilmiah Hasil Penelitian Padi Nasional 2010. Buku 2. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Satoto, A. Gani, S.T. Utomo, P. Sasmita, D. Setiobudi, T.S. Kadir, A. Guswara, P. Wibowo, E. Suhartatik dan A. Ruskandar. 2010. Pedoman Pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Hibrida. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Sembiring, H. 2008. Kebijakan penelitian dan rangkuman hasil penelitian BB Padi dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional. Prosiding seminar apresiasi hasil penelitian padi menunjang P2BN. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi.

Simarmata, T. 2006. Teknologi peningkatan produksi padi (TPPP ABG) berbasis organik. Jakarta: PT. Gateway Internusa.

Sudir dan Suparyono. 2000. Evaluasi bakteri antagonis sebagai agensia pengendali hayati penyakit hawar pelepah dan busuk batang padi. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 19(2): 1-6.

Sudir dan B. Sutaryo. 2011. Reaksi Padi Hibrida Terhadap Hawar Daun Bakteri. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 30(2): 88-94.

Suprihatno B, Darajat A, Satoto, Baehaki, Widiarta, Setyono A, Indrasari S, Lesmana O dan Sembiring H. 2009. Deskripsi Varietas Varietas Padi. Balai Besar penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan pertanian.

Sutaryo, B., dan Tri Sudaryono. 2012. Tanggap Sejumlah Genotipe Padi Terhadap Tiga Tingkat Kepadatan Tanaman. Jurnal Ilmiah Pertanian AGROS. Yogyakarta: Fakultas Pertanian Universitas Janabadra.

Sutaryo, B. 2012. Ekspresi daya hasil dan beberapa karakter agronomi enam padi hibrida indica di lahan sawah berpengairan teknis. Ilmu Pertanian (Agricultural Science). Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. 12(2): 1-18.
Published
2018-10-31
How to Cite
Sutaryo, B., & Kusumastuti, C. (2018). Performance of yield and agronomic components for hybrid rice in Bantul, Yogyakarta. Savana Cendana, 3(04), 64-66. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/sc.v3i04.464
Section
Original research article