The reproductive efficiency of Bali cows mated with Brangus cows by artificial insemination in West Insana Sub-district, North Central Timor Regency

  • Alexander Manhitu Faculty of Agriculture, The University of Timor
  • Paulus K. Tahuk Faculty of Agriculture, The University of Timor
  • Theresia I. Purwantiningsih Faculty of Agriculture, The University of Timor
Keywords: Reproductive efficiency, AI, Bali cows, Brangus semen

Abstract

This Study aims to determine the reproductive efficiency of Bali cows mated with Brangus cows by artificial Insemination (AI) in west Insana District, Nort central Timor Regency. This research will be conducted for two months in the area of west Insana Sub-district, east Central Timor district in July 2019 until September 2019. The method used in this research in the census method carried out on female Bali cows that have been in the IB at least once pregnant and / or have given birth, using the semen of the Brangus male (sample). Primary data were interviews and observations (guided by prepared questionnaires) with a number of breeders who have a Balinese cow with a minimum of 2 cows. Where as secondary data was obtained from various agencies related to this study such as the livestock service, sub-district monoraphs, and the central statistical office. Conclude that the averange Bali cows mated by AI with semen of Brangus bull males provide good reproductive efficiency and above normal with the values of each variable being: CR: 68,70± 26,83%; S/C: 1,73± 0,79; Long gestation: 272,23 ± 3,96 days CI: 384,62 ± 48,41 days. Reproductive efficiency of Bali cows mated with semen of Brangus male cows has a close ralation ship with: Service per Conception, Conception Rate, Calving Intrval, and Long Gestation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, L. H., W. R. Burris, J. T. Johns, and K. D. Bullock. 2002. Managing body condition to improve reproductive efficiency in beef cows. University of Kentucky College of Agriculture.

Apriem, F., N. Ihsan, dan S. B. Poetro. 2012. Penampilan Reproduksi Sapi Peranakan Ongol Berdasarkan Paritas di Kota Probolinggo Jawa Timur. Tesis. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang.

Astuti. M.J. 1999. pemuliaan Ternak, Pengembangan dan Usaha Perbaikan Genetik Ternak Lokal. Pidato Pengukuran Guru Besar Dalam Ilmu Pemuliaan Ternak Pada Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

BPS Kabupaten Timor Tengah Utara. 2018. TTU Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kab. TTU. Kefamenanu.

BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2019. NTT Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Prov. NTT. Kupang.

Darmadja, D. dann P. Sutedja. 1976. Masa Kebuntingan dan Interval Beranak Pada Sapi Bali. Prosiidiing Seminar Reproduksi Sapi Bali. Dinas Peterrnakan I Bali. Denpasar.

Dirjen Peternakan dan Keswan. 2018. Populasi Sap Potong di Nusa Tenggara Timur Pada Tahun 2016-2017.

Fanani, S., Y. B. P. Subagyo, dan Lutojo. 2013. Kinerja Reproduksi Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponogoro. J. Tropical Animal Husbandry, 2: 21-27.

Feradis. 2010. Bioteknologi Reproduksi Pada Ternak. Alfabeta. Bandung.

Hafez, E.S.E 1993. Artificial Insemination. In : HAFEZ, E.S.E. 1993. Reproduction in farm Animal.

Hariadi, M., S. Hardjopranjoto, Wurlina, H.A. Hermadi, B. Utomo, Rimayanti.,I.N. Triana dan H. Ratnani. 2011. Ilmu Kemajiran pada Ternak. Cetakan 1. Airlangga University Press. Surabaya.

Hadi, P. U. dan Ilham, N. 2000. Problem dan Prospek Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Potong. Jurnal Litbang Pertanian, 21 (4) : 148-157.

Hendrayani, M dan D. Febrina 2009. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi motifasi beternak sapi di desa Koto Benai Kecamatan Benai Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Sengingi. Jurnal Peternakan, 6 (2) : 53 – 62.

Jaeinudeen, M.R. dan Hafez, E.S.E. 2000. Cattle and Buffalo. Dalam Hafez, B. Dan Hafez E.S.E. Reproduktion in Farm Animals. Lippincott Williams and Wilkins, Philadelphia. Halaman : 159-171.

Kurniawan, E. 2012. Analisis Potensi Pengembangan Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Makatita, J. 2013. Hubungan Antara Karakteristik Peternak Dengan Skala Usaha Pada Usaha Peternakan Sapi Di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Agrinimal, 3(2) : 78-83.

Mantongi R. I., S. Fathan dan F. Ilham. 2013. Evaluasi Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.Laporan Penelitian. Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Universitas Negeri Gorontalo.

Niazi, A. A. K and M. Aleem. 2003. Comparative Studies on the Reproduktive Efficiency of Importet and Lokal Born Friesian Cows in Pakistan. Journal of Biological Sciences, 3 (4) : 388-395.

Nuryadi dan Wahjuningsih, S. 2011. Penampilan Reproduksi Sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limosin Di Kabupaten Malang. J. Ternak Troopika, 12 (1): 76 – 81.

Rasad, S.D., Kuswaryan, S., Sartika, D., Salim,, R. 2008. Kajian Pelaksanaan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong di Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Sapi Potong Palu, 24 November 2008: 104-114.

Sariubang, M., Andi, E., Pasambe, D. Dan Bahar, S. 2001. Pengaruh Bangsa Sapi Pejantan Terhadap Produktivitas Pedet Sapi Potong Hasil Inseminasi Buatan, http://peternakan.litbang.pertanian.go.id. Diakses 10 Mei 2019.

Setiono, N., Suharyati, S. dan Santoso, P. E. 2015. Kualitas Semen Beku Sapi Brahman Dengan Dosis Krioprotektan Gliserol Yang Berbeda Dengan Dalam Bahan Pengencer Tris Sitrat Kuning Telur. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, I (3). 61-69.

Sarwono, J. 2006. Analisis Data Penelitian. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Sugeng, Y. B. 2003. Pembibitan Ternak Sapi. Gramedia. Jakarta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif, dan R&d. Alfabeta: Bandung.

Toelihere, M.R. 1993. Inseminasi Buatan pada ternak. Angkasa Bandung. G.W.Salisbury-N.I.Vandermark Diterjemahkan oleh. Prof. Drh. R. Djanuar. 1995. Fisiolgi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada ternak.
Sulaksono, A., Suharyati, S., dan Santoso, E. P. 2010. Penampilan Reproduksi (service per conception, Lama Bunting dan Selang Beranak) Kambing Boerawa Di Kecamatan Gedong Tataan dan Kecamatan Gisting. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Lampung.

Sudono, A., F. Rosdiana dan S, Budi 2003. Beternak Sapi Perah. PT. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Widodo, P. 2000. Pengkajian Pelaksanaan Program Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong di Kabupaten Daerah Tingkat II Blora, Jawa Tengah. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Waris, N., Badriyah, D. dan Wahyuning, A. 2015. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Lama Beternak Terhadap Pengetahuan Manajemen Reproduksi Ternak Sapi Potong di desa Kedungpring Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Program Studi Peternakan. Universitas Islam Lamongan. Jurnal ternak, 06 (01): 30-33.

Yulyanto, C. A., T. Susilawati dan M. Nur Ihsan. 2014. Penampilan Reproduksi Sapi Perananakan Ongole (PO) dan sapi Peranakan Limousin di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo dan Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. J. Ilmu-ilmu Peternakan, 24 (2): 4.
Published
2020-04-30
How to Cite
Manhitu, A., Tahuk, P., & Purwantiningsih, T. (2020). The reproductive efficiency of Bali cows mated with Brangus cows by artificial insemination in West Insana Sub-district, North Central Timor Regency. JAS, 5(2), 21-24. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/ja.v5i2.990