Pengaruh Frekuensi Penampungan terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Bali

  • Maria Oktoviana Seuk Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium dan kandang sapi Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi selama 5 bulan yaitu dari awal Juli sampai November 2016, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penampungan terhadap kualitas spermatozoa sapi bali. Semen hasil penampungan selanjutnya langsung di bawah ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan awal. Pemeriksaan semen segar dalam penelitian ini meliputi pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis, selanjutnya diberi perlakuan dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 unit  satuan percobaan. Perlakuan yang diuji terdiri dari: R1= 1 minggu 1 kali penampungan, R2= 1 minggu 2 kali penampungan, dan R3= 1 minggu 3 kali penampungan. Hasil penelitian tersebut  dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila terdapat perbedaan antara perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Analisis deskriptif digunakan untuk menghitung volume, bau, warna, dan konsistensi (kekentalan) semen. Disimpulkan bahwa frekuensi penampungan 1 minggu 1 kali penampungan dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan frekuensi penampungan 1 minggu 2 kali penampungan dan 1 minggu 3 kali penampungan, dan pada pH semen, bau semen, warna semen, dan konsistensi (kekentalan ) semen menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almquist, J. O & E. B. Hale, 1956. An Approach to the Measurement of sexual Behavior and Semen Production in Dairy Bulls, III Internat. Congr. On. Anim.Repro.Cambridge.

Bernaseoni, G. 1995. Teknologi Kimia. Jakarta: PT Padya Pranita.

Djanuar. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada Sapi. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Depkes RI. 2000. Pedoman Pelaksanaan pemantauan Garam Beryodium di Tingkat Masyarakat. Jakarta: Depkes RI.

Gomes, W.R. 1977. Artficial Insemination. Dalam H.H. Cole and P.T. Cupps ed. Reproduction in Animals. Academic Press, New York and London.

Hafez, E. S. E. 2000. Anatomy of Male Reproduction. Dalam E. S. E. Hafez (E.d)

Mumu, M. Ilyas. 2009. Viabilitas Semen Sapi Simmental yang Dibekukan Menggunakan Krioprotektan Gliserol. Makalah Ilmiah. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Sulawesi Tengah.

Partodihardjo.1991. Ilmu Reproduksi Hewan. Jakarta: Produksi Mutiara.

Palupi, 2008. Garam. Beryodium, (Online), diakses tanggal 19 Mei 2011.

Pane. 1990. Membudidayakan Sapi Bali. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Sudarmono,A.S. 2008. Sapi Potong. Penebar Swadaya. Depok. Jawa Barat.

Steel R. G. D., Torrie, J. H., 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika: suatu pendekatan biometrik. Sumantri B. penterjemah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Solihati. 2008. Pengaruh Jenis Pengencer terhadap Motilitas dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Semen Cair Sapi Simmental. Makalah Ilmiah. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Bandung.

Sorensen, E.H. 1979. The Impact of Underwriting Method and Bidder Competition Upon Corporate Bond Interest Cost. The Journal of Finance, 34(4): 863–870.

Toelihere M.R. 1993. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Angkasa Bandung.

Tomaszewska M, W, Sutama, I.K Gede Putu, I., dan Chaniago, T. D. 1991. Reproduksi Tingkah Laku dan Produksi Ternak di Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Published
2018-10-31
How to Cite
Seuk, M. (2018). Pengaruh Frekuensi Penampungan terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Bali. JAS, 3(4), 51-53. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/ja.v3i4.540