Kecernaan Nutrien Ternak Sapi Bali yang Diberi Pakan Dasar Rumput Panah dan Daun Angsana Disuplementasi Daun Sengon (Paraserianthes falcataria L.)

  • Jefridus Bria Seran Faculty of Agriculture, Timor University.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani-Ternak Ulnaet Tuan, Desa Letmafo, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten TTU selama 3 bulan yakni bulan April – Juni 2017, dengan tujuan untuk mengetahui kecernaan nutrien ransum ternak sapi bali yang diberi pakan dasar rumput panah dan daun angsana disuplementasi daun sengon (Paraserianthes falcataria L.). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 perlakuan ransum  dan 3 kelompok berat badan ternak  sebagai ulangan.  Sapi yang digunakan sebanyak 12 ekor dengan berat badan rata-rata kelompok I = 84,75 kg, kelompok II = 137,25 kg dan kelompok III = 164,25 kg. Keempat perlakuan ransum yang digunakan adalah: A). 80% rumput panah +20 % daun  angsana (Kontrol), B). 80% rumput panah + 20% daun angsana + 10% daun sengon, C). 80%  rumput panah + 20% daun angsana +15% daun sengon, dan D). 80%  rumput panah  + 20% daun angsana + 20% daun sengon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian daun sengon hingga 20% dalam ransum dasar rumput panah dan daun angsana mampu meningkatkan kecernaan nutrien, sehingga bakteri optimal meningkatkan pemanfaatan pakan dan menyebabkan pertambahan berat badan Sapi Bali menjadi tinggi. Untuk mendapatkan tingkat kecernaan nutrien sapi bali jantan yang baik maka disarankan pemberian  pakan dasar rumput panah 80% dan daun angsana 20% perlu disuplementasi dengan  daun sengon laut sebesar 20%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Deptan. 2011. Nutrisi dan Teknologi Pakan. Departemen Pertanian dan Pengembangan. Balai pengkajian Teknologi Pertanian. NTB.

Khoerunnisa. 2006. Studi komparatif metabolisme nitrogen antara domba dan kambing lokal. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Orskov, E.R. And M. Ryle. 1990. Energy Nutrition inRuminant. Elsevier Appl. Sci. London.

Riwu Kaho. 2012. Blog Akademik-Ilmu Makanan Ternak. Undana. Kupang

Sampurna IP Suatha IK. 2010. Pertumbuhan Alometri Dimensi Panjang dan Lingkar Tubuh Sapi Bali Jantan. Jurnal Veteriner. XI(1): 46 – 51.

Sio, S. 2016. Pemanfaatan Air Rebusan Kulit Kayu Santen (Lannea coromandilica) untuk Meningkatkan Pertumbuhan Sapi Bali Jantan. Disertasi. Denpasar: Universitas Udayana.

Steel, R. G. D. and J. H. Torrie. 1986. Principles and Procedures of Statistic. McGaw – Hill Book Co. Inc., New York.

Sutardi, T. 1995. Peningkatan Produksi Ternak Ruminansia melalui Amoniasi Pakan Serat Bermutu Rendah, Defaunasi dan Suplementasi Sumber Protein Tahan Degradasi dalam Rumen. Laporan Penelitian Hibah Bersaing I/4 Perguruan Tinggi Tahun Anggaran 1995/1996. Fapet IPB.

Putri, E. dan Marsetyo. 2006. Pengaruh penambahan daun lamtoro dan daun gamal terhadap konsumsi, subtitusi dan kecernaan pakan pada domba betina yang mendapatkan pakan dasar jerami jagung. J. Agroland. 13(12): 209-213.

Toelihere, M.R. 2003. Increasing the Success Rate and Adaptation of Artificial Insemination for Genetic improvement of Bali Cattle. ACIAR Proceedings. No 110. 48-53.
Published
2018-10-31
How to Cite
Seran, J. (2018). Kecernaan Nutrien Ternak Sapi Bali yang Diberi Pakan Dasar Rumput Panah dan Daun Angsana Disuplementasi Daun Sengon (Paraserianthes falcataria L.). JAS, 3(4), 56-57. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/ja.v3i4.365