Vulnerability aspects of dairy cattle farming in Malang District

  • Amam Amam Faculty of Agriculture, Jember University
  • Pradiptya Ayu Harsita Faculty of Agriculture, Jember University
Keywords: Dairy cattle, Vulnerability aspects, Farmers institutions, Livestock business development

Abstract

Vulnerability in dairy cattle farming business is a hazard condition (natural or artificial hazards) that can pose a risk of loss in dairy cattle farming business. This research aims to evaluate the impact of the vulnerability aspect of dairy cattle farming business on the farmer institutions and the development of dairy cattle farming business. The research was conducted at the Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tirtasari Kresna Gemilang, Malang District, East Java. Respondents are all farmers who are members of the KUB Tirtasari Kresna Gemilang, which is 174 people. Data was analyzed by the SEM (Structural Equation Model) method with the SmartPLS application. The results showed that the vulnerability aspects negatively affected on the farmer institutional and the development of dairy cattle farming business, and the farmer institutional positively effected on the development of dairy cattle farming business. The conclusion of this study is that livestock business development is influenced by vulnerability aspect and institutional aspects of dairy cattle farmers. Suggestions that must be considered by farmers and institutional dairy farmers are vulnerability aspects which include fluctuations in the selling price of fresh milk, government policies, group policies, and the morality of farmers in the group.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amam, M. W. Jadmiko, P. A. Harsita, dan M. S. Poerwoko. 2019a. Model Pengembangan Usaha Ternak Sapi Perah Berdasarkan Faktor Aksesibilitas Sumber Daya. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 14 (1): 61-69.

Amam, M. W. Jadmiko, P. A. Harsita, N. Widodo, dan M. S. Poerwoko. 2019b. Sumber Daya Internal Peternak Sapi Perah dan Pengaruhnya terhadap Dinamika Kelompok dan Konteks Kerentanan. 7 (1): 192-200.

Amam dan P. A. Harsita. 2019. Efek Domino Performa Kelembagaan, Aspek Risiko Bisnis, dan Pengembangan Usaha terhadap SDM Peternak Sapi Perah. Sains Peternakan. 17 (1): 5-11.

Amam dan Soetriono. 2019. Evaluasi Performa Kelembagaan Peternak Sapi Perah Berdasarkan Aspek Risiko Bisnis dan Pengembangan Usaha. 6 (1): 8-13.

Anantanyu, S. 2011. Kelembagaan Petani: Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. Jurnal SEPA. 7 (2): 102-109.

Elida, S. 2016. Potensi dan Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Perah di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Gontor Agrotech Science Journal. 2 (2): 53-70.

Elizabeth, R. 2007. Penguatan dan Pemberdayaan Kelembagaan Petani Mendukung Pengembangan Agribisnis Kedelai. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. 165-173.

Ellitan, L. 2003. Peran Sumber Daya dalam Meningkatkan Pengaruh Teknologi terhadap Produktivitas. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. 5 (2): 155-170.

Farid, M. dan Sukesi, H. 2011. Pengembangan Susu Segar dalam Negeri untuk Pemenuhan Kebutuhan Susu Nasional. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan. 5 (2): 196-221.

Hermanto. 2018. Pengentasan Kemiskinan di Perdesaan: Pengembangan SDM, Penguatan Usaha, dan Inovasi Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 35(2): 139-150.

Hidayah, N. 2011. Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Boyolali. Disertasi Program Doktor Ilmu Peternakan. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Kalangi, L. S., Syaukat, Y., Kuntjoro, S. U., dan Priyanti, A. 2014. Technical Efficiency of Beef Cattle Breeding Business in East Java Province. Media Peternakan. 37 (2): 136-142.

Mukson, M. Isbandi, Santosa, S. I., Sudjadmogo, Setiadi, A. 2012. Analysis of Various Factors in Order to Enhance Productivity and Income of Diary Cattle Farmers in Central Java, Indonesia. Journal of The Indonesian Tropical Animal Agriculture. 37(3): 220-208.

Muslihatinningsih, F. 2013. Strategi Pengembangan Klaster Peternakan Sapi Perah yang Ideal di Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember Tahun 2013. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 1-10.

Nasrul, W. 2012. Pengembangan Kelembagaan Pertanian untuk Meningkatkan Kapasitas Petani terhadap Pembangunan Pertanian. Menara Ilmu. III(29): 166-174.

Priyanti, A. dan Saptati, A. 2008. Dampak Harga Susu Dunia terhadap Harga Susu Dalam Negeri Tingkat Peternak: Kasus Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara di Jawa Barat. Seminar Nasional Dinamika Pembangunan Pertanian dan Perdesaan: Tantangan dan Peluang bagi Peningkatan Kesejahteraan Petani. Bogor. pp. 1-10.

Santosa, S. I., Setiadi, A., dan Wulandari, R. 2013. Analisis Potensi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Perah dengan Menggunakan Paradigma Agribisnis di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Buletin Peternakan. 37 (2): 125-135.

Suresti, A. dan Wati, R. 2012. Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Peternakan Indonesia. 14 (1): 249-262.

Suswandi dan Sutarno. 2017. Analisa Dinamika dan Kemandirian Kelembagaan Ekonomi Petani dengan Penerapan Pertanian Organik Bersertifikasi di Kabupaten Boyolali. Prosiding Seminar Nasional. pp. 220-240.

Sutarto, Padmaningrum, D., dan Wibowo, A. 2010. Kajian Kelembagaan Agribisnis Wortel untuk Mendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan Suthomadansih di Kabupaten Karanganyar. Caraka Tani. 25 (1): 87-94.

Taslim. 2011. Pengaruh Faktor Produksi Susu Usaha Ternak Sapi Perah Melalui Pendekatan Analisis Jalur di Jawa Barat. Jurnal Ilmu Ternak. 10(1): 52-56.

Wahyuni, D. 2017. Penguatan Kelembagaan Petani Menuju Kesejahteraan Petani. Jurnal Kesejahteraan Sosial. IX (17): 9-12.
Published
2019-04-30
How to Cite
Amam, A., & Harsita, P. (2019). Vulnerability aspects of dairy cattle farming in Malang District. AGRIMOR, 4(2), 26-28. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/ag.v4i2.663
Section
Original research article