Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara

  • Dance M. Selan Faculty of Agriculture, Timor University, Kefamenanu, Indonesia.
  • Agustinus Nubatonis Faculty of Agriculture, Timor University, Kefamenanu, Indonesia.
Keywords: Fungsi Pemasaran, Saluran Pemasaran, Margin Pemasaran, Ikan

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode analisis data yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dan analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh petani yakni fungsi penjualan, penyedia fisik dan fungsi informasi pasar. Sedangkan yang dilakukan oleh pedagang pemborong adalah fungsi pembelian, fungsi penjualan, fungsi penyimpanan, fungsi pengangkutan, fungsi pengolahan, fungsi pengadaan fisik, fungsi informasi pasar. Sedangkan fungsi pemasaran yang dilakukan oleh pengecer yaitu fungsi pembelian, fungsi penjualan, fungsi penyimpanan, fungsi pengangkutan, fungsi pengolahan, fungsi pengadaan fisik, fungsi grading, fungsi risiko. Terdapat lima saluran pemasaran yakni 1) Nelayan→Konsumen; 2) Nelayan→Pengecer Wini→Konsumen; 3) Nelayan→Pemborong Wini→Pengecer Kefa→Konsumen; 4) Nelayan→Pemborong Kefa→Pengecer Kefa→Konsumen; dan 5) Nelayan→Pemborong Atambua→Pengecer Atambua→Konsumen. Margin pemasaran yang terjadi berbeda-beda di setiap saluran pemasaran yaitu : (a) margin pemasaran ikan pada saluran II sebagai berikut : ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 200.000, ikan Nipi Rp 250.000, ikan Tongkol Rp 300.000. (b) margin pemasaran ikan pada saluran III sebagai berikut: di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 200.000, ikan Nipi Rp 200.000, ikan Tongkol Rp 200.000, sedangkan pada tingkat pengecer ikan Tembang Rp 205.000, ikan Kombong Rp 180.000,ikan Nipi Rp 210.000, ikan Tongkol Rp 220.000. (c) Margin pemasaran pada saluran ke IV sebagai berikut:  di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 200.000, ikan Kombong Rp 250.000, ikan Nipi Rp 250.000, ikan Tongkol Rp 200.000, sedangkan di tingkat pengecer ikan Tembang Rp 150.000, ikan Kombong Rp 110.000, ikan Nipi Rp 150.000 dan ikan Tongkol Rp 180.000. (d) margin pemasaran ikan pada saluran V sebagai berikut: di tingkat pemborong ikan Tembang Rp 200.000, ikan Kombong Rp 250.000, ikan Nipi Rp 250.000 dan ikan Tongkol Rp 250.000, sedangkan di tingkat pengecer ikan Tembang Rp 160.000, ikan Kombong Rp 150.000, ikan Nipi Rp 170.000 dan ikan Tongkol Rp 210.000. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azzaino, Z. 1982. Pengantar Tataniaga Pertanian. Bogor: Fakultas Pertanian IPB.

[BPS] Badan Pusat Statistik, 2015. Timor Tengah Utara dalam Angka. Kefamenanu.

Subagyo, P.J. 2006. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudiyono, A. 2002. Pemasaran Pertanian. Malang: Universitas Muhamadiyah.

Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
Published
2016-07-27
How to Cite
Selan, D., & Nubatonis, A. (2016). Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. AGRIMOR, 1(03), 63-64. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/ag.v1i03.264
Section
Original research article